Saya sehat-sehat saja. Oh ya? Inilah pemeriksaan lab yang sebaiknya rutin untuk dicek.

fallSepertinya saya sehat-sehat saja. Tidak ada keluhan berarti yang saya rasakan. Oh ya? Kita mungkin merasa sehat dan tidak pernah sakit. Sehingga tidak perlu harus periksa ke dokter. Tapi sebagai manusia yang organnya punya masa kadaluarsa, tidak ada salahnya Anda mengecek dalam kurun waktu tertentu.

Sebelum menjelajah lebih dalam tentang tes apa saja yang sebaiknya dilakukan, silahkan diseruput dulu teh panasnya biar fresh.🙂

Seperti sebuah mobil, organ di tubuh kita juga bisa rusak atau tidak berfungsi secara maksimal kinerjanya. Kalo jarang dicek secara berkala, tentu saja kerusakan itu bisa berakibat fatal. Lalu apa saja yang sebaiknya dicek? Berikut ini bagian tubuh serta kapan sebaiknya untuk dicek :

SEBULAN SEKALI

Payudara
Payudara adalah organ estetika wanita. Untuk itu, harus sering dicek. Periksa sendiri payudara sebulan sekali, apakah ada yang tidak biasa atau mungkin ada benjolan. Waktu terbaik untuk memeriksa adalah beberapa hari usai menstruasi. Apabila ada keanehan, pemeriksaan lab yang sering dilakukan adalah Mammografi.

Kulit
Pemeriksaan untuk bagian luar tubuh dapat Anda lakukan sebulan sekali pada setiap titik atau tanda baru serta pada bagian yang mencurigakan. Perhatikan kondisi tubuh yang asimetris, ketidakteraturan garis, warna tidak merata, apakah diameter  bertambah 6 mm, atau mungkin bentuk dan ukuran jadi berbeda.

ENAM BULAN SEKALI

Gigi
Sebaiknya ke dokter gigi dua kali setahun untuk membersihkan, memelihara, serta pencegahan penyakit pada gigi. Tapi, gigi hanya boleh mendapat sinar X jika diperlukan. Itu untuk mencegah paparan terhadap radiasi. Tes radiologi yang biasa dilakukan adalah dental dan panoramic untuk melihat morfologi gigi.

SETAHUN SEKALI

Fisik lengkap
Pemeriksaan fisik tahunan harus mencakup tinggi dan berat badan, skrining tekanan darah, pemeriksaan payudara secara klinis, dan tes darah. Mungkin termasuk tes gula darah, sel darah, kadar hormon, dan pemeriksaan penting lainnya. Ada banyak paket medical check up di laboratorium klinik dan rumah sakit swasta untuk hal ini.

Pap smear
Kebanyakan dokter menyarankan agar para wanita konsultasi ke ahli kandungan setahun sekali termasuk pap smear. Pap smear dilakukan untuk melihat apakah ada perubahan atau kelainan pada sel-sel rahim yang menjadi pertanda kanker serviks.

Panggul
Jika tidak memeriksa pap smear setiap tahunnya, penting untuk periksa ke ahli kandungan setahun sekali untuk pemeriksaan panggul secara rutin. Untuk mengecek rahim dan ovarium. Itu adalah cara untuk memeriksa fibroids (tumor jinak jaringan otot dan berserat, biasanya berkembang di dinding rahim), kista, atau rasa sakit serta pembengkakan yang mungkin diindikasi dari infeksi.

HIV
Pemeriksaan HIV dilakukan setiap tahun di rumah sakit atau klinik kesehatan dan yang paling akurat masih tes darah. Apabila Anda merasa beresiko tinggi, bahkan tes ini adalah kewajiban.

Penyakit seks menular
Ini direkomendasikan bagi wanita dan pria yang aktif secara seksual untuk memeriksa apakah ada Chlamydia (bakteri parasit yang sangat kecil), Siphilis dan Gonorrhea (penyakit kelamin), setiap tahun sampai usia 25. Tes lab yang dilakukan biasanya TPHA dan VDRL.

Mata
Pemeriksaan mata setidaknya dilakukan dua tahun sekali. Tapi untuk orang yang memiliki masalah penglihatan (pakai kacamata atau lensa kontak), pemeriksaannya setahun sekali.

SETIAP TAHUN LAINNYA

Kanker kulit
Kanker kulit merupakan masalah besar bagi perempuan usia 20-an. Jadi periksa segera ke dokter kulit sebelum lewat dua tahun jika melihat tanda-tanda mencurigakan.

Kolestrol, lemak, dan jumlah darah
Pemeriksaan ini setidaknya rutin dilakukan apabila Anda merasa gaya hidup, asupan makan dan pola kegiatannya agak kurang sehat. Pemeriksaan yang dilakukan : Kolesterol Total, HDL, LDL, Total Lipid dan Hematologi Lengkap.

LIMA TAHUN SEKALI

Tiroid
Mulai usia 35 tahun, disarankan agar memeriksa kadar tiroid melalui tes darah dan lakukan pemeriksaan lagi lima tahun setelahnya. Pemeriksaannya adalah : TSH, T3, T4 atau yang disarankan oleh dokter.

BEROBAT JALAN

Kolonoskopi
Pemeriksaan harus dilakukan tepat di usia 50 tahun, kecuali jika memiliki kerabat dengan kanker usus besar. Disarankan untuk memulai skrining 10 tahun sebelumnya. Pemeriksaannya adalah Colon in Loop atau Kolonoskopi.

Diabetes
Pemeriksaan rutin diabetes (serta tes gula darah) dimulai pada usia 50-an dan harus dilakukan setiap satu atau tiga tahun sekali sesuai kebutuhan. Pemeriksaan lab nya adalah : Glukosa Puasa, Glukosa 2 jam pp, Glukosa Sewaktu, Urine lengkap dan HBA1C.

Mammografi.
Pada wanita usia 40 tahun, buat jadwal mammografi tahunan. Meski dokter menyarankan skrining sebelum usia itu jika memiliki riwayat keluarga.

Itulah beberapa pemeriksaan yang sebaiknya dilakukan agar organ tubuh Anda senantiasa terjaga fungsinya dengan baik.

Apakah sampeyan sudah melakukannya?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s