Medical Check Up Detektor Penyakit Sejak Dini

Tak hanya mobil atau motor saja yang memerlukan check up rutin, tubuh pun seharusnya diservis secara rutin. Sayang sebagian masyarakat masih berpikiran kenapa harus ke dokter kalau tidak sakit?

“Memang sudah menjadi kebiasaan di negara kita, apabila seseorang merasa tidak ada keluhan dalam tubuhnya, mereka yakin tubuhnya sehat, padahal belum tentu seperti itu. Ada penyakit yang tidak menampakkan gejalanya di awal, tetapi ketika terdeteksi sudah dalam tingkat yang parah, seperti penyakit diabetes dan hipertensi,” kata dr. Lira Firiana, dokter umum di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta dalam perbincangannya dengan detikHealth, Selasa (23/6/2009).

Oleh karena itulah pentingnya mendeteksi kesehatan secara rutin, karena seseorang tidak tahu kapan datangnya penyakit. Pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) sendiri adalah suatu rangkaian uji kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh dengan tujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara berkala.

“Jadi dengan melakukan MCU kita dapat mengetahui sejak dini penyakit apa saja yang sudah bersarang atau kemungkinan menyerang tubuh kita,” jelas dokter muda tersebut. baca selengkapnya…

MEDICAL CHECK UP PRA NIKAH

Premarital Check Up adalah sebuah tindakan pencegahan untuk mendeteksi kesehatan reproduksi dan genetika. Segera jadwalkan pemeriksaan kesehatan pranikah Anda dan pasangan untuk kebahagiaan yang seutuhnya.

Setiap orang yang merencanakan pernikahan tentu menginginkan kebahagiaan rumah tangga yang akan dijalaninya. Salah satu faktor penting yang akan menentukan kebahagiaan sebuah pernikahan adalah kesehatan kedua calon mempelai, karena bila salah satu diantaranya mempunyai masalah kesehatan, maka kebahagiaan tidak dapat dirasakan seutuhnya. Karena itu disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum memasuki jenjang pernikahan guna mewujudkan keluarga bahagia.

Panel Premarital
(Check Up Kesehatan Pranikah)

Panel premarital merupakan sekumpulan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan status kesehatan kedua calon mempelai, terutama mendeteksi adanya penyakit menular, menahun atau diturunkan yang dapat mempengaruhi kesuburan pasangan maupun kesehatan janin.

Perlukah Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Premarital ?
baca selengkapnya…

Pengelolaan Hepatitis C Kronik

hepatitis-c-liverHepatitis C ialah penyakit hati yang disebabkan infeksi virus Hepatitis C (HCV) yang terdapat dalam darah seseorang yang menderita penyakit tersebut. Hepatitis C yang awalnya dikenal sebagai Hepatitis non A non B , disebabkan oleh virus hepatitis C yang merupakan virus single stranded RNA berenvelop dari family Flaviviridae dengan diameter sekitar 55 nm. Terdapat enam genotipe VHC yakni genotype 1 – 6 . Setiap genotype mempunyai subtype ditulis dengan huruf a, b, dst . Sehingga genotype VHC : 1a, 1b, 2a.2b dan seterusnya. Jenis genotipe dapat menentukan respons terapi.

Gejala penyakit tidak selalu jelas dan sering tanpa gejala. Gejala umum yang sering dijumpai adalah seperti gejala flu ringan dengan mual dan muntah, serta kadang-kadang dijumpai kulit kuning (ikterus) dan kencing berwarna seperti teh, kadang dijumpai rasa lelah yang sangat berat. Perjalanan penyakit hepatitis C, sekitar 10-20% adalah akut ( dapat sembuh sendiri dalam waktu kurang dari 6 bulan setelah terpapar virus), sedangkan sekitar 80 % akan berkembang menjadi penyakit hati kronik, Sekitar 5 – 20 % akan berkembang menjadi sirosis dalam jangka waktu 20 – 30 tahun, Sekitar 1 – 5 % akan menjadi hepatoma/ kanker hati.
baca selengkapnya…

KANKER LEHER RAHIM, PENANGANAN DAN PENCEGAHANNYA

kankerleherrahim Kanker adalah……

Suatu penyakit degeneratif yang ditandai dengan pertumbuhan tidak terkendali sel tubuh tertentu yang berakibat merusak sel dan jaringan tubuh lain. Semua sel tubuh dapat terkena kanker kecuali rambut, gigi dan kuku.

Apa bedanya tumor dan kanker ?

Pada umumnya semua benjolan adalah tumor, tetapi tidak semua tumor adalah kanker. Tumor merupakan pertumbuhan jaringan baru secara spontan tanpa mempunyai fungsi fisologis, tetapi justru dapat menimbulkan gangguan dan bahkan bersifat patologis. Tumor dapat bersifat jinak , tetapi juga dapat bersifat ganas, jenis inilah yang disebut kanker.

Kanker Leher Rahim (KLR) adalah ……

Merupakan keganasan mulut rahim yang disebabkan Human Papiloma Virus (HPV). Sampai saat ini, KLR menempati urutan kedua didunia setelah kanker payudara, sedangkan di Indonesia , KLR menempati urutan yang pertama diantara kanker pada wanita.

Apakah penyebab KLR ?

Penyebab KLR 99% adalah Virus Human Papilloma (HPV). Penularan HPV terjadi umumnya melalui hubungan seksual, dan sedikit lainnya melalui pakaian dalam, alat-alat pemeriksaan yang dipakai, serta penularan dari ibu ke anak yang baru lahir melalui jalan lahir.

Faktor Risiko KLR ?

Wanita usia seksual aktif, lebih dari satu pasangan seksual, wanita tidak pernah papsmear, wanita perokok, pernikahan dini., Sering menderita infeksi di daerah kelamin, melahirkan banyak anak, Kebiasaan merokok (risiko dua kali lebih besar), defisiensi vitamin A,C,E.

baca selengkapnya…

Pemeriksaan TORCH

Pemeriksaan torch adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi infeksi TORCH, yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma, Virus rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan virus herpes.

Cara mengetahui infeksi TORCH adalah dengan mendeteksi adanya antibodi dalam darah pasien,yaitu dengan pemeriksaan:
Anti toxoplasma Ig M & Anti toxoplasma IgG(untuk mendeteksi infeksi toxoplasma)
Anti rubella IgM &Anti rubella IgG (untuk mendeteksi infeksi rubella)
Anti HSV2 IgM & Anti HSV2 IgG (untuk mendeteksi infeksi virus herpes)
Anti CMV IgM & Anti CMV IgG(untuk mendeteksi infeksi Cytomegalovirus)

Toxoplasma adalah penyakit yang diakibatkan oleh parasit toxoplasma gondii.
Toxoplasma dapat menyerang semua jenis satwa,termasuk kucing,burung ikan kelinci,anjing, babi, kambing dan mamalia lain bahkan manusia.
Parasit ini juga bisa terdapat pada daging setengah matang, telur setengah matang, buah-buahan atau sayuran yang tercemar tinja hewan yang mengandung oosit toxoplasma.

Rubella kongenitalis adalah suatu infeksi oleh virus penyebab rubella
(campak yang terjadi ketika bayi berada dalam kandungan dan bisa menyebabkan cacat bawaan)
gejalanya berupa : ruam kulit , berat badan lahir yang rendah , mikrosefalus , ubun-ubun menonjol, lemas, rewel, gangguan pendengaran, tuli, kejang.

Herpes adalah infeksi virus pada kulit.Herpes Simplex Virus merupakan salah satu virus yang menyebabkan penyakit herpes pada manusia.

Simplex Virus Tipe2(Hsv-2) yang menyebabkan infeksi pada alat kelamin.

Cytomegalovirus atau yang disingkat CMV merupakan anggota keluarga virus herpes yang biasa disebut herpesviridae.

CMV sering disebut sebagai virus paradoks karena bila menginfeksi seseorang dapat berakibat fatal atau hanya dapat juga diam didalam tubuh penderita seumur hidupnya.

PETANDA TUMOR (TUMOR MARKERS)

Sel Tumor

Sel Tumor

Banyak penderita Tumor atau kanker di Indonesia, akan tetapi tidak tahu apa yang digunakan untuk mendiagnosanya. Berikut adalah pemeriksaan Laboratorium yang digunakan untuk mendiagnosanya.

CEA
AFP
CA 15-3
CA 125
CA 19-9
PSA
CA 72-4
Free PSA
MCA
NSE
SCC
B-hCG
CEA (Carcino Embryonic Antigen)

Ditemukan tahun 1965 oleh Gold & Freedman
Glikoprotein dengan BM 180.000 dalton
CEA di bentuk di saluran gastro-intertinal dan pancreas sebagai antigen pada permukaan sel yang selanjutnya di sekresikan ke dalam cairan tubuh
CEA sebagai petanda tumor untuk kanker kolorektal, oesofagus, pankreas, lambung, hati, payudara, ovarium dan paru-paru.
Pemeriksaan CEA untuk pemantauan terapi dan meramalkan prognosis.
CEA > 20 ng/mL preoperasi keganasan tinggi (pronosis Kurang baik
CEA > 2.5 ng/ml Postoperasi adanya kekambuhan 80 % (18 bln mendatang
CEA < 20 ng/ml Metastase

AFP (ALFA FETO PROTEIN)

Glikoprotein BM 70.000 dalton
Digunakan untuk deteksi dan pemantauan cancer hati, testis dan ovarium
> 95 % hepatome menunjukkan kenaikan kadar AFP
AFP > 1000 ng/mL dipastikan hepatoma

CA 15-3 (Cancer Antigen)

Glikoprotein BM 300.000 – 450.000 dalton
CA 15-3 meningkat pada kanker payudara
Digunakan untuk diagnosis dan pemantauan therapy
Peningkatan Ca 15-3 ditemukan pada pasien sirosis, hepatitis, kelainan Autoimun dan kelainan kelenjar ovarium

CA 125 (Cancer Antigen 125)

Glikoprotein BM 200.000 dalton
Digunakan untuk diagnosis dan pemantauan cancer ovarium
Peningkatan CA 125 terjadi pada penyakit hati kronis, pankreatitis, peritonitis, tetapi kadarnya < 100 U/mL
Sensitifitas tinggi pada karsinoma epitel ovarium

CA 19-9

Digunakan untuk diagnosis kanker pankreas
Membantu membedakan kanker pankreas dan saluran empedu, serta kondisi non kanker seperti pankreatitis
Memonitor respon terhadap therapy
Memonitor prognosis kanker pankreas
Pemeriksaan pendukung : CEA, Bilirubin, Fungsi Liver
Gejala : Sakit abdomen, berat badan turun, dan ikterik

PSA (Prostate Spesifik Antigen)

PSA ada 3 bentuk :
PSA komplek (berikatan dengan serine protease inhibitor alpha 1
antichymotrypsin (PSA-Act) dan berikatan dengan Alpha 2 Macroglobulin
PSA Unkomplek (Free PSA)

Pemeriksaan PSA secara tradisional : DRE (Digital Rectal Examination) hanya 30 – 40 % dapat terdeteksi

Nilai Normall < 4 ng/mL
> 10 ng/mL : indikasi kemungkinan besar kanker prostate
4 – 10 : Indikasi BPH

NILAI NORMAL

CEA : 0 – 5 ng/mL (CMIA)
AFP : < 13.4 ng/mL (CMIA)
Ca 15-3 : < 31.3 U/mL (MEIA)
Ca 125 : 0 – 35 U/mL (ELFA)
Ca 19-9 : < 37 U/mL (ELFA)
PSA : <= 4 ng/mL (MEIA)

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: