Pengelolaan Hepatitis C Kronik

hepatitis-c-liverHepatitis C ialah penyakit hati yang disebabkan infeksi virus Hepatitis C (HCV) yang terdapat dalam darah seseorang yang menderita penyakit tersebut. Hepatitis C yang awalnya dikenal sebagai Hepatitis non A non B , disebabkan oleh virus hepatitis C yang merupakan virus single stranded RNA berenvelop dari family Flaviviridae dengan diameter sekitar 55 nm. Terdapat enam genotipe VHC yakni genotype 1 – 6 . Setiap genotype mempunyai subtype ditulis dengan huruf a, b, dst . Sehingga genotype VHC : 1a, 1b, 2a.2b dan seterusnya. Jenis genotipe dapat menentukan respons terapi.

Gejala penyakit tidak selalu jelas dan sering tanpa gejala. Gejala umum yang sering dijumpai adalah seperti gejala flu ringan dengan mual dan muntah, serta kadang-kadang dijumpai kulit kuning (ikterus) dan kencing berwarna seperti teh, kadang dijumpai rasa lelah yang sangat berat. Perjalanan penyakit hepatitis C, sekitar 10-20% adalah akut ( dapat sembuh sendiri dalam waktu kurang dari 6 bulan setelah terpapar virus), sedangkan sekitar 80 % akan berkembang menjadi penyakit hati kronik, Sekitar 5 – 20 % akan berkembang menjadi sirosis dalam jangka waktu 20 – 30 tahun, Sekitar 1 – 5 % akan menjadi hepatoma/ kanker hati.

Cara deteksi Hepatitis C adalah melalui pemeriksaan antibodi terhadap Hepatitis C (Anti HCV), maupun melalui pemeriksaan PCR baik berupa HCV RNA kualitatif (hanya menunjukkan hasil positif atau negatif saja), serta HCV RNA kuantitatif (dengan menyertakan kadar dalam darah). Pengobatan tidak akan dilakukan hanya dengan melihat hasil Anti HCV positif saja. Pasien akan dilakukan pemeriksaan lanjutan, seperti pemeriksaan tes faal hati untuk melihat apakah terdapat gangguan faal hati, kerusakan sel hati, misalnya pemeriksaan SGOT, SGPT, Bilirubin, Alfa fetoprotein, dll dan pemeriksaan koagulasi, misalnya protrombin time dll, serta pemeriksaan lanjutan yaitu HCV RNA.

HCV tidak ditularkan melalui menyusui, berpelukan, batuk, bersin, makanan atau minuman, sentuhan casual (bersenggolan, berjabat tangan dll), serta berbagi peralatan makan atau gelas minuman. HCV ditularkan melalui darah atau kulit yang terluka dan tercemar dengan HCV. Faktor risiko tertular HCV adalah petugas kesehatan yang sering kontak dengan darah di tempat kerja, terutama apabila tertusuk jarum suntik / piranti tajam tercemar darah secara tidak sengaja, pernah diinjeksi obat-obatan terlarang/psikotropika, mendapat transfusi darah, produk darah atau transplantasi organ dari seseorang yang mengidap HCV dalam darahnya, berhubungan sex dengan seseorang yang terinfeksi HCV (penelitian sangat kecil kemungkinan tertular), berbagi / menggunakan bersama-sama alat-alat yang tercemar darah pengidap HCV (misalnya pisau cukur, sikat gigi, alat tatto, alat tindik), serta terlahir dari ibu yang mengidap HCV (penularan terjadi saat persalinan).

Cara mencegah terjadinya penularan adalah dengan cara menjaga higiene sanitasi harian, seperti menggunakan sikat gigi, pisau cukur secara terpisah, cuci tangan setelah merawat keluarga yang sakit, menggunakan kondom latex bila pasangan menderita Hepatitis C, membersihkan bekas darah yang menetes dengan menggunakan larutan pemutih yang diencerkan 1:10, bila membantu keluarga atau teman yang terluka jangan lupa menggunakan pinset untuk memegang kasa yg digunakan.

Pada penderita Hepatitis C, harus tetap optimis, melaksanakan pola hidup sehat, menjaga higiene dan sanitasi serta tetap konsultasi pada dokter ahli agar dapat ditangani dengan baik.

KANKER LEHER RAHIM, PENANGANAN DAN PENCEGAHANNYA

kankerleherrahim Kanker adalah……

Suatu penyakit degeneratif yang ditandai dengan pertumbuhan tidak terkendali sel tubuh tertentu yang berakibat merusak sel dan jaringan tubuh lain. Semua sel tubuh dapat terkena kanker kecuali rambut, gigi dan kuku.

Apa bedanya tumor dan kanker ?

Pada umumnya semua benjolan adalah tumor, tetapi tidak semua tumor adalah kanker. Tumor merupakan pertumbuhan jaringan baru secara spontan tanpa mempunyai fungsi fisologis, tetapi justru dapat menimbulkan gangguan dan bahkan bersifat patologis. Tumor dapat bersifat jinak , tetapi juga dapat bersifat ganas, jenis inilah yang disebut kanker.

Kanker Leher Rahim (KLR) adalah ……

Merupakan keganasan mulut rahim yang disebabkan Human Papiloma Virus (HPV). Sampai saat ini, KLR menempati urutan kedua didunia setelah kanker payudara, sedangkan di Indonesia , KLR menempati urutan yang pertama diantara kanker pada wanita.

Apakah penyebab KLR ?

Penyebab KLR 99% adalah Virus Human Papilloma (HPV). Penularan HPV terjadi umumnya melalui hubungan seksual, dan sedikit lainnya melalui pakaian dalam, alat-alat pemeriksaan yang dipakai, serta penularan dari ibu ke anak yang baru lahir melalui jalan lahir.

Faktor Risiko KLR ?

Wanita usia seksual aktif, lebih dari satu pasangan seksual, wanita tidak pernah papsmear, wanita perokok, pernikahan dini., Sering menderita infeksi di daerah kelamin, melahirkan banyak anak, Kebiasaan merokok (risiko dua kali lebih besar), defisiensi vitamin A,C,E.

Apa gejala KLR?

anker serviks pada stadium dini sering tidak menunjukan gejala atau tanda-tandanya yang khas, bahkan tidak ada gejala sama sekali.

Gejala yang sering timbul pada stadium lanjut antara lain adalah :

*Pendarahan sesudah melakukan hubungan intim.

*keluar keputihan atau cairan encer dari kelamin wanita.

*Pendarahan sesudah mati haid (menopause).

*Pada tahap lanjut dapat keluar cairan kekuning-kuningan, berbau atau   bercampur darah, nyeri panggul atau tidak dapat buang air kecil.

Bagaimana cara mendeteksi adanya KLR ?

Kanker serviks dapat dikenali pada tahap pra kanker, yaitu dengan cara melakukan antara lain pemeriksaan SKRINING, artinya melakukan pemeriksaan tampa menunggu keluhan. Beberapa medote skrining telah dikenal, yaitu antara lain: PAP SMEAR dan IVA.

PAP SMEAR

Pemeriksaan papsmear adalah sel-sel serviks (leher rahim) yang digunakan untuk skrining ada tidaknya perubahan-perubahan kearah atau menjadi kanker. Pemeriksaan papsmear dapat dilakukan di semua cabang Lab. CITO.

Pemeriksaan ini sebaiknya dimulai 3 tahun setelah berhubungan seksual. Sebelum usia 30 tahun, setiap tahun dilakukan papsmear. Bila sesudah 3 tahun, hasil papsmear selalu normal, maka pap smear dapat dilakukan 2-3 tahun sekali.

IVA

Singkatan dari Inspeksi Visual Asam asetat, yaitu metode skrining yang mudah, murah, hasil bisa langsung jadi. Pada umumnya dilakukan oleh Puskesmas.

DETEKSI VIRUS HPV/ HPV DNA

Pemeriksaan menggunakan metode PCR, dan dapat dilakukan atas indikasi dan permintaan oleh dokter.

PENCEGAHAN KLR

  1. Pencegahan Primer : Mengenal dan mengeliminasi penyebab KLR, mis : Vaksinasi HPV. Vaksinasi dapat dilakukan mulai umur 11-12 tahun. Idealnya sebelum kontak seksual terjadi (Sebelum perkawinan).

  2. Pencegahan Sekunder : Dengan Melakukan Deteksi Dini ( Pap Smear )

  3. Pencegahan Tersier : Menggunakan komponen natural atau sintetik untuk menekan atau melawan terjadinya kanker.

PESAN PENTING

  1. Pemeriksaan Pap Smear teratur, cara terbaik untuk mencegah KLR. Hasil Pasmear abnormal, belum tentu menderita kanker. Tes HPV positif, juga belum tentu menderita kanker

  2. Lafe Style yang dianjurkan :

    1. Pilih makanan yang sehat dan seimbang

    2. Kurangi asupan makanan berlemak tinggi, terutama lemak hewani

    3. Memberikan lingkungan bebas rokok, terutama pada anak2.

    4. Hindari makanan beralkohol

    5. Aktif bergerak, lakukan latihan fisik yang teratur dan terukur.

    6. Raihlah kebahagiaan, dengan hidup bebas dari stres.

    7. Menghindari terlalu banyak terpapar sinar ultra violet

    8. Menjalani vaksinasi terhadap Virus penyebab Kanker Leher Rahim (KLR)

Pemeriksaan TORCH

Pemeriksaan torch adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi infeksi TORCH, yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma, Virus rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan virus herpes.

Cara mengetahui infeksi TORCH adalah dengan mendeteksi adanya antibodi dalam darah pasien,yaitu dengan pemeriksaan:
Anti toxoplasma Ig M & Anti toxoplasma IgG(untuk mendeteksi infeksi toxoplasma)
Anti rubella IgM &Anti rubella IgG (untuk mendeteksi infeksi rubella)
Anti HSV2 IgM & Anti HSV2 IgG (untuk mendeteksi infeksi virus herpes)
Anti CMV IgM & Anti CMV IgG(untuk mendeteksi infeksi Cytomegalovirus)

Toxoplasma adalah penyakit yang diakibatkan oleh parasit toxoplasma gondii.
Toxoplasma dapat menyerang semua jenis satwa,termasuk kucing,burung ikan kelinci,anjing, babi, kambing dan mamalia lain bahkan manusia.
Parasit ini juga bisa terdapat pada daging setengah matang, telur setengah matang, buah-buahan atau sayuran yang tercemar tinja hewan yang mengandung oosit toxoplasma.

Rubella kongenitalis adalah suatu infeksi oleh virus penyebab rubella
(campak yang terjadi ketika bayi berada dalam kandungan dan bisa menyebabkan cacat bawaan)
gejalanya berupa : ruam kulit , berat badan lahir yang rendah , mikrosefalus , ubun-ubun menonjol, lemas, rewel, gangguan pendengaran, tuli, kejang.

Herpes adalah infeksi virus pada kulit.Herpes Simplex Virus merupakan salah satu virus yang menyebabkan penyakit herpes pada manusia.

Simplex Virus Tipe2(Hsv-2) yang menyebabkan infeksi pada alat kelamin.

Cytomegalovirus atau yang disingkat CMV merupakan anggota keluarga virus herpes yang biasa disebut herpesviridae.

CMV sering disebut sebagai virus paradoks karena bila menginfeksi seseorang dapat berakibat fatal atau hanya dapat juga diam didalam tubuh penderita seumur hidupnya.